Aku menangis meratapi segalanya,
Aku kecewa untuk segala yang kudapati,
Aku hancur ketika kegagalan menghadang jalanku,
Dan aku merintih menahan sakit yang tak tertahankan.
Tapi kemudian KAU hadir, menggenggam erat tanganku yang lemah,
Memelukku yang mulai goyah,
Menopangku yang terkulai lemas oleh semua kekecewaan dunia,
Menarikku keluar dari jurang keterpurukan,
Dan membawaku kembali kepelukMU…
KAU yang selalu memanggilku pulang disaat aku meninggalkanMU,
KAU yang selalu ada satu langkah didepanku,
Yang menuntunku didalam jalan terbaik yang sudah ENGKAU sediakan,
Menggandengku disaat aku mulai merasa sendirian,
Yang selalu berbisik lembut padaku bahwa semuanya akan baik-baik saja…
KAU…..
KAUlah jawabanku,
untuk setiap pertanyan-pertanyaan yang tak kunjung kudapati jawabnya…
kini, tak ada lagi pencarian yang sia-sia,
tak ada lagi pertanyaan-pertanyaan yang tak terjawabkan,
dan tak ada lagi waktu yang tersesali saat bersamaMU…
karena, KAUlah awal dan akhir bagiku…..
By:THAN
ALKITAB for TODAY..
WELCOME TO MY BLOG...(",)
Biarlah setiap tulisanku ini,bisa memberikan inspirasi,motivasi dan kekuatan bagi semua yg membacanya....hope you enjoy and like it...be bless...^_^...!!!
Kamis, 17 Februari 2011
KESEMPURNAAN
Berusaha untuk menemukan suatu hal terbaik dalam hidup ini, bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.
terkadang kita melakukan banyak hal untuk mendapatkan sebuah kesempurnaan dalam hidup,
berjuang dengan segala kekuatan untuk membuat hidup lebih sempurna tentunya menjadi semangat tersendiri dalam menjalani kehidupan.
akan tetapi,” kesempurnaan” seperti apakah yang akan membuat hidup kita menjadi lebih sempurna?
kita melakukan banyak hal untuk mengejar suatu kesempurnaan dalam hidup, bekerja keras mengumpulkan uang, berjuang mendapatkan pasangan hidup yang sempurna, berusaha mendapatkan penghormatan dari semua orang, dan masih banyak tuntutan-tuntutan kehidupan tentang suatu kesempurnaan.
Tanpa kita sadari, didalam pengejaran kita akan kesempurnaan itu, kita telah membuang begitu banyak waktu dan mungkin juga kesempatan-kesempatan yang akan membuat hidup kita lebih bahagia.pertanyaannya saat ini adalah, dapatkah sebuah kesempurnaan hidup menciptakan kebahagiaan?
contohnya, saat kita berusaha untuk membuat pekerjaan kita menjadi lebih sempurna, kita memaksakan diri untuk bekerja, lembur hampir setiap hari.dan tanpa kita sadari kita sudah kehilangan sesuatu yang jauh lebih berharga, yaitu waktu bersama dengan keluarga.
Contoh yang lain adalah, saat kita memilih pasangan hidup.
tanpa kita sadari, dan mungkin juga hampir semua dari kita memiliki pandangan yang sama dalam hal memilih pasanngan hidup.
jika dia seorang wanita, maka dia pasti memimpikan seorang pria bak pangeran yang akan datang dan membawanya dalam dunia “dongeng” yang selama ini dia impikan.
dan kalau dia seorang pria, dia pasti akan memimpikan atau mungkin, menargetkan akan memiliki seorang pendamping hidup yang putih, cantik dan sexi seperti MEGAN FOX..!!!
ironis memang, tapi itulah yang sering terjadi dalam hidup ini.
Saat berusia 17-22thn kebanyakan dari kita memasang target kesempurnaan dalam hal mendapatkan pasangan hidup, saat ada seseorang yang dengan tulus mencintai dan mempersembahkan yang terbaik dari semua hal yang dia miliki, dengan entengnya kita mencampakan rasa yang dia miliki hanya karena dia tidak memiliki wajah atau pekerjaan sempurna seperti yang kita targetkan.dan kita terus mencari dan mencari seseorang yang mampu mengisi kesempurnaan yang ada dalam pikiran kita.
waktu berlalu begitu cepat,dan saat usia kita memasuki 25-30thn, kekuatiran mulai memenuhi pikiran kita tentang apakah kita akan menikah?, apakah pangeran atau megan fox yang kita impikan itu ada atau hanya sebatas mimpi saja?
tanpa kita sadari, karena tuntutan kesempurnaan itulah kita jadi kehilangan kesempatan-kesempatan dan bahkan kehilangan orang yang mencintai kita.
Dan dalam kekuatiran kita akan pasangan hidup yang tak kunjung kita dapatkan, kita menjadi gegabah dalam hal memilih pasangan hidup.
ada yang mulai mengikuti ajang perjodohan, ada juga yang memilih untuk segera menikah meskipun baru mengenal pasangannya selama beberapa bulan, ada pula yang memilih untuk tidak menikah , dan yang paling parah adalah, ada yang memilih mati gara-gara frustasi tidak pernah menikah.
Jika itu yang terjadi, mengapa sampai saat ini kesempurnaan masih menjadi tujuan utama dalam hidup kita?dapatkah sebuah kesempurnaan membawa bahagia dan kepuasan dalam diri kita?jika pada kenyataannya, kesempurnaan justru mengambil terlalu banyak dari hidup kita.
kesempurnaan hanya akan mengotak-ngotakan satu pribadi dengan pribadi lainnya dan hanya akan menciptakan sekat-sekat pemisah bagi sebuah kisah.
Bukankah kebahagiaan dalam hidup adalah suatu hal yang sempurna?
bukan kesempurnaan yang akan membuat kita bahagia,
tetapi karena sebuah kebahagiaan dalam menjalani hiduplah, yang akan membuat hidup ini menjadi sempurna.
Di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna,tidak ada pribadi yang sempurna, dan tidak ada kisah yang sempurna.
semuanya tercipta dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing bukan untuk berlomba menjadi sempurna dan menjatuhkan yang lain, tetapi untuk saling mengisi, saling melengkapi dan menciptakan kesempurnaan sejati yang akan membawa kepuasan dan kebahagiaan bersama.
Tidak ada yang salah dengan sebuah kesempurnaan, yang salah hanyalah cara kita mendapatkan kesempurnaan itu.
berbahagialah atas apa yang kita miliki, maka sebuah kesempurnaan akan tercipta dalam hidup kita.
By:THAN
terkadang kita melakukan banyak hal untuk mendapatkan sebuah kesempurnaan dalam hidup,
berjuang dengan segala kekuatan untuk membuat hidup lebih sempurna tentunya menjadi semangat tersendiri dalam menjalani kehidupan.
akan tetapi,” kesempurnaan” seperti apakah yang akan membuat hidup kita menjadi lebih sempurna?
kita melakukan banyak hal untuk mengejar suatu kesempurnaan dalam hidup, bekerja keras mengumpulkan uang, berjuang mendapatkan pasangan hidup yang sempurna, berusaha mendapatkan penghormatan dari semua orang, dan masih banyak tuntutan-tuntutan kehidupan tentang suatu kesempurnaan.
Tanpa kita sadari, didalam pengejaran kita akan kesempurnaan itu, kita telah membuang begitu banyak waktu dan mungkin juga kesempatan-kesempatan yang akan membuat hidup kita lebih bahagia.pertanyaannya saat ini adalah, dapatkah sebuah kesempurnaan hidup menciptakan kebahagiaan?
contohnya, saat kita berusaha untuk membuat pekerjaan kita menjadi lebih sempurna, kita memaksakan diri untuk bekerja, lembur hampir setiap hari.dan tanpa kita sadari kita sudah kehilangan sesuatu yang jauh lebih berharga, yaitu waktu bersama dengan keluarga.
Contoh yang lain adalah, saat kita memilih pasangan hidup.
tanpa kita sadari, dan mungkin juga hampir semua dari kita memiliki pandangan yang sama dalam hal memilih pasanngan hidup.
jika dia seorang wanita, maka dia pasti memimpikan seorang pria bak pangeran yang akan datang dan membawanya dalam dunia “dongeng” yang selama ini dia impikan.
dan kalau dia seorang pria, dia pasti akan memimpikan atau mungkin, menargetkan akan memiliki seorang pendamping hidup yang putih, cantik dan sexi seperti MEGAN FOX..!!!
ironis memang, tapi itulah yang sering terjadi dalam hidup ini.
Saat berusia 17-22thn kebanyakan dari kita memasang target kesempurnaan dalam hal mendapatkan pasangan hidup, saat ada seseorang yang dengan tulus mencintai dan mempersembahkan yang terbaik dari semua hal yang dia miliki, dengan entengnya kita mencampakan rasa yang dia miliki hanya karena dia tidak memiliki wajah atau pekerjaan sempurna seperti yang kita targetkan.dan kita terus mencari dan mencari seseorang yang mampu mengisi kesempurnaan yang ada dalam pikiran kita.
waktu berlalu begitu cepat,dan saat usia kita memasuki 25-30thn, kekuatiran mulai memenuhi pikiran kita tentang apakah kita akan menikah?, apakah pangeran atau megan fox yang kita impikan itu ada atau hanya sebatas mimpi saja?
tanpa kita sadari, karena tuntutan kesempurnaan itulah kita jadi kehilangan kesempatan-kesempatan dan bahkan kehilangan orang yang mencintai kita.
Dan dalam kekuatiran kita akan pasangan hidup yang tak kunjung kita dapatkan, kita menjadi gegabah dalam hal memilih pasangan hidup.
ada yang mulai mengikuti ajang perjodohan, ada juga yang memilih untuk segera menikah meskipun baru mengenal pasangannya selama beberapa bulan, ada pula yang memilih untuk tidak menikah , dan yang paling parah adalah, ada yang memilih mati gara-gara frustasi tidak pernah menikah.
Jika itu yang terjadi, mengapa sampai saat ini kesempurnaan masih menjadi tujuan utama dalam hidup kita?dapatkah sebuah kesempurnaan membawa bahagia dan kepuasan dalam diri kita?jika pada kenyataannya, kesempurnaan justru mengambil terlalu banyak dari hidup kita.
kesempurnaan hanya akan mengotak-ngotakan satu pribadi dengan pribadi lainnya dan hanya akan menciptakan sekat-sekat pemisah bagi sebuah kisah.
Bukankah kebahagiaan dalam hidup adalah suatu hal yang sempurna?
bukan kesempurnaan yang akan membuat kita bahagia,
tetapi karena sebuah kebahagiaan dalam menjalani hiduplah, yang akan membuat hidup ini menjadi sempurna.
Di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna,tidak ada pribadi yang sempurna, dan tidak ada kisah yang sempurna.
semuanya tercipta dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing bukan untuk berlomba menjadi sempurna dan menjatuhkan yang lain, tetapi untuk saling mengisi, saling melengkapi dan menciptakan kesempurnaan sejati yang akan membawa kepuasan dan kebahagiaan bersama.
Tidak ada yang salah dengan sebuah kesempurnaan, yang salah hanyalah cara kita mendapatkan kesempurnaan itu.
berbahagialah atas apa yang kita miliki, maka sebuah kesempurnaan akan tercipta dalam hidup kita.
By:THAN
SANG GURU
Sejak kecil kita melalui begitu banyak proses untuk belajar dan menjadi dewasa,tentunya ada banyak hal yang harus kita pelajari agar kita bisa mengerti akan segala sesuatu. Dan bagiku hidup adalah sebuah “sekolah” dimana kita bisa belajar banyak dengan bimbingan dari seorang GURU yang tentunya sudah banyak menghasilkan ‘lulusan-lulusan’ terbaik . aku pun bebas memilih jurusan apa yang akan aku ambil. ada banyak mata pelajaran yang bisa aku pelajari dari sang GURU, dan tentu saja, seperti murid-murid sekolah akademis lainnya, hal yang paling aku sukai dari semua ini adalah bagian prakteknya, karena aku sangat menyukai saat apa yang sudah aku peajari dari ‘BUKU’ pelajaran dari sang GURU mulai dipraktekkan dalam hidupku.
Tentu saja saat-saat praktek itu tidak semuanya membuatku happy, pada awal semester aku menjalani praktek dari GURU, aku kesal, marah, benci, cape, dan tentunya kehilangan banyak sekali waktu. Aku tidak sungguh-sungguh menjalani tugas yang GURU berikan, aku lebih memilih menjalani semuanya dengan pemikiranku, sampai akhirnya aku mendapatkan hasil yang buruk dari ujian praktekku itu dan GURU memutuskan kalau aku TIDAK LULUS…!!!
Tahun demi tahun aku terus berusaha mengerjakan tugas praktek itu dari GURU, aku mulai tertekan ketika ‘teman-teman’ seangkatanku udah padah lulus dan aku masih saja mengerjakan tugas yang sama.beruntunglah aku memiliki seorang GURU yang benar-benar mampu membimbing dan membuatku bisa mengerti ‘materi hidup’ yang tak bisa kupahami selama ini, DIA terus mendorongku untuk lebih tekun lagi dalam mempelajari ‘BUKU’ yang sudah DIA berikan. GURU membuatku bisa mengerti dengan cara-cara yang istimewa, dan aku sangat menyukai semua cara yang DIA pakai untuk membuatku mengerti.
dan ketika aku mulai mengerti dan mengerjakan semua tugas sesuai seperti yang GURU ajarkan aku akhirnya bisa melewati satu semester hidup dengan mudah.
Saat ini masih banyak semester-semester hidup yang harus aku lalui, masih banyak pelajaran-pelajaran hidup yang harus aku pelajari dari sang GURU , dan aku tau itu akan sangat melelahkan bagiku, tapi selama aku terus membaca dan belajar dari ‘BUKU’ yang sudah GURU berikan, maka dengan yakin aku akan mengatakan, aku pasti bisa mendapatkan ‘ijasah’ kelulusan dari sang GURU.mungkin dalam praktek kehidupan nanti, aku akan bertemu dengan ketakutan, kekecewaan,dan putus asa tapi selama ada GURU yang membimbingku aku pasti bisa melewati semuannya dan mendapatkan nilai yang sempurna.
(…Oleh karena mereka benci kepada pengetahuan, dan tidak memilih takut akan TUHAN, tidak mau menerima nasihatKU, tetapi menolak segala teguranKU, maka mereka akan memakan buah perbuatan mereka.dan menjadi kenyang oleh rencana mereka. Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannya, dan orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya. Tetapi siapa mendengarkan AKU, ia akan tinggal dengan aman , terlindungi dari pada kedahsyatan malapetaka…AMSAL 1:29-33…)
By:THAN
Tentu saja saat-saat praktek itu tidak semuanya membuatku happy, pada awal semester aku menjalani praktek dari GURU, aku kesal, marah, benci, cape, dan tentunya kehilangan banyak sekali waktu. Aku tidak sungguh-sungguh menjalani tugas yang GURU berikan, aku lebih memilih menjalani semuanya dengan pemikiranku, sampai akhirnya aku mendapatkan hasil yang buruk dari ujian praktekku itu dan GURU memutuskan kalau aku TIDAK LULUS…!!!
Tahun demi tahun aku terus berusaha mengerjakan tugas praktek itu dari GURU, aku mulai tertekan ketika ‘teman-teman’ seangkatanku udah padah lulus dan aku masih saja mengerjakan tugas yang sama.beruntunglah aku memiliki seorang GURU yang benar-benar mampu membimbing dan membuatku bisa mengerti ‘materi hidup’ yang tak bisa kupahami selama ini, DIA terus mendorongku untuk lebih tekun lagi dalam mempelajari ‘BUKU’ yang sudah DIA berikan. GURU membuatku bisa mengerti dengan cara-cara yang istimewa, dan aku sangat menyukai semua cara yang DIA pakai untuk membuatku mengerti.
dan ketika aku mulai mengerti dan mengerjakan semua tugas sesuai seperti yang GURU ajarkan aku akhirnya bisa melewati satu semester hidup dengan mudah.
Saat ini masih banyak semester-semester hidup yang harus aku lalui, masih banyak pelajaran-pelajaran hidup yang harus aku pelajari dari sang GURU , dan aku tau itu akan sangat melelahkan bagiku, tapi selama aku terus membaca dan belajar dari ‘BUKU’ yang sudah GURU berikan, maka dengan yakin aku akan mengatakan, aku pasti bisa mendapatkan ‘ijasah’ kelulusan dari sang GURU.mungkin dalam praktek kehidupan nanti, aku akan bertemu dengan ketakutan, kekecewaan,dan putus asa tapi selama ada GURU yang membimbingku aku pasti bisa melewati semuannya dan mendapatkan nilai yang sempurna.
(…Oleh karena mereka benci kepada pengetahuan, dan tidak memilih takut akan TUHAN, tidak mau menerima nasihatKU, tetapi menolak segala teguranKU, maka mereka akan memakan buah perbuatan mereka.dan menjadi kenyang oleh rencana mereka. Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannya, dan orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya. Tetapi siapa mendengarkan AKU, ia akan tinggal dengan aman , terlindungi dari pada kedahsyatan malapetaka…AMSAL 1:29-33…)
By:THAN
Langganan:
Komentar (Atom)